Simple Story

IMOO watch phone untuk usia 4 tahun. Emak setuju ga?

Belakangan satu jam pintar namanya begitu tenar, baik online maupun offline. Ya, IMOO watch phone. Jingle-nya bisa didengar sebagai iklan selingan di YouTube. Saat ini jam pintar itu sudah sampai seri Z6 yang harganya bunyi banget, ama hape saya mahalan itu, gileee..

Iklannya, lengkap dengan jingle, koreo, dan warna yg menarik itu tentu sengaja dibuat untuk menarik perhatian target marketnya, yaitu anak-anak.

Oh, anak saya jelaaasss tertarik. Tak habisnya dia bicara tentang imoo, setiap hari. Saya dan bapaknya lelah. Akhirnya kami coba belikan yg KW alias pulsa..eh palsu. Harganya sekitar 200ribu, berharap setelah itu dia berhenti bicarakan imoo. Iya sih betul, dia berhenti. Tapi tidak lama. Imoo yang terus berinovasi itu mengeluarkan jam versi baru yang lebih menarik. Terlebih, anak-anak zaman sekarang emang cerdas. Anak saya tahu kalau jamnya memang tidak asli, dia sih ga keberatan. Tapi lama-lama dia sadar banyak fitur yang ga berfungsi dengan baik.

Nah, mulailah dia bicara lagi ga pake titik tentang imoo versi baru. Ayahnya akhirnya memutuskan untuk membelikan imoo versi paling lawas, Y1, yang harganya paling murah. Saya kala itu suebel sama ayahnya karena mau membelikan yang asli, yang bagi saya belum ada gunanya dan terlalu mahal untuk anak 4 tahun. Tapi mau apalagi, barang sudah di tangan.

Dia harus dikenalkan pada fitur yang sebelumnya tidak ada di jam KW, seperti alarm, timer, imoo points, dan SOS. Pada akhirnya, saya juga yang mengajarkan fungsi-fungsi itu. Minusnya seri ini adalah ga ada kameranya, kalau yg KW ada sih..tapi cuma keliatan idung kalau foto.

Kami membuat kesepakatan sama anak tentang imoo asli ini. Dia dibelikan dengan syarat

1. Tidak lagi meminta jam imoo versi baru, karena yang inipun sudah mahal untuk anak piyik

2. Manut emak tentang aturan charging

3. Ga boleh dioperasikan saat sekolah

4. Ga boleh pencet SOS sembarangan.

Anak usia 4 tahun tentu ga langsung bisa melakukan semua syarat itu secara langsung, tapi harus selalu diingatkan. Untungnya anak ini bisa dibilangin dan mau belajar. Jadi jamnya kami set mati saat jam pelajaran di sekolah (kebetulan dia sudah TK), dan mati juga saat jam tidur. Alarm akan aktif ketika dia harus bangun pagi. Ternyata dia cukup puas dengan fitur itu, dan bahagia terutama karena ada alarmnya. Fitur agenda juga berguna karena mengingatkan dia kalau ada kelas sore. Selain itu, fitur ‘add friends’ juga bermanfaat karena teman dia di sekolah juga ada yang menggunakan. Walau mereka belum sampai tahap saling telepon, tapi saya berpikir if needed, saya bisa kontak temannya. Semua aktivitas jam bisa dipantau via aplikasi ortu, jadi bisa dikatakan cukup aman.

Walau masih harus selalu diingatkan bahwa imoo yang dia punya itu bukan barang murah dan harus dijaga, tapi ternyata imoo y1 ini cukup berguna. Yaaah, tapi kalo disuruh milih sih.. kutetep milih ga beli.. hahaha…

Kalau emak yang lain gimana niy? Setuju ga?

Poems

Senja

.senja.

Senja selalu datang perlahan, tak tergesa. Senja justru kerap membuat orang menjadi tergesa, menyelesaikan segala aktivitas yang sedari pagi sudah direncana.

Senja dan temaram sinarnya pun mampu membuat gundah hati. Kegelisahan akan kesendirian, ketakutan akan kegelapan.

Tapi senja pun berarti harapan.. bahwa hari ini segera berganti, dan mungkin esok kan lebih baik.

-Tha-

Poems

Help…

I recall.. the time when everything seemed easy

A time when there was only me and my ambition

An ambition which has brought me to this path

The path that everyone sees as a success

Then.. I see me now at a crossroad, where I cannot even decide which way I have to take

Which way will be the best

And which way that will make me whole.

O Lord, I need help..

-Tha-

Simple Story

Sejuta peran ibu

Menjadi ibu itu ternyata bukan cuna perkara hamil dan berani sakit saat melahirkan (both vaginal maupun C-section ya).

Menjadi ibu itu juga perkara kesiapan jadi manusia serba bisa karena makhluk yang nantinya kita sebut anak itu membutuhkan kita sebagai tempat bersandar sebagai role model, sebagai kamus atau Google, sebagai teman main, sebagai koki, sebagai sopir, dst dst dst ga ada habisnya.

Tulisan ini kutulis dari pengalaman lucu, wagu, ra mutu, nyebahi dan mengharukan bersama Konyil, anak semata wayangku yang sekarang umurnya baru 4 tahun.

Konyil lahir lewat C-section di HPL-nya tepat karena sudah bukaan 2 beberapa hari dan ga ada kontraksi tambahan, ternyata kepala dia kejedhug tulang panggul karena posisi miring dan ketuban habis. Kisah ini besok kutulis di lain topik aja.

Aku full working mom. Jadi sejak Konyil 3 bulan dia sudah kenal daycare, belum full day dan belum 5 hari full. Semua bertahap pelan-pelan. Nah peran sebagai sopir dimulai ketika dia mulai maauk daycare. .. Tapi yang jelas walau dia di daycare, aku ga mau kemudian meyerahkan semua proses pengenalan motorik dan sensori dia hanya di daycare serta hal-hal instan. Ya ini semata karena ideologiku saja.

Hidupku jadi kaya sirkus ketika Konyil mulai MPASI. Satu, Konyil itu tidak menyusu langsung tapi dari hasil pompa ASI tiap 2 jam. Dua, nyiapin bubur, dan pure buat makan dia juga butuh waktu. Jadi waktu tidurku waktu Konyil belum genap 1 tahun itu.. cuma sekitar 3 jam sehari. Setiap hari.

Begitu dia mulai bisa mengucapkan kata, mulai deh peran sebagai translator dan proofreader berjalan. Bahasa ibu namanya… berarti.. apa yg diucapkan si anak cuma ibunya yang paham. Apapun itu.. bahkan ayahnya kadang mumet sama celoteh si Konyil.

Peran apalagi ya yang semakin bertambah seiring usia anak… hmm… koki. Nah ini, untung ak suka masak. Cuma pusing aja karena Konyil tu sukanya cuma itu-itu aja, mau diganti variasi menu sampai kaya apa..kalau ditanya “mau makan apa nanti?” Jawabannya kalau ga A ya B. Alhasil simbok berkreasi dengan menu yang dia tadinya ga suka, misal daging dan tahu.. jadi sesuatu yang oke di lidah dia. Walau masih banyak bahan pangan yang belum berhasil jadi enak di lidah dia. Contohnya.. tauge!

Terus.. temen main. Nah ini kadang butuh energi. Aseli deh. Gimana enggak.. kalo anakmu itu mintanya maen perang-perangan, polisi-penjahat, pura-pura renang, tapi di dalam permainan itu sama sekali ga ada sesi hening, a.k.a ngemeeeeeeeeeeeeeeeeng terus. Yaps. Konyil itu paling ga bisa diem. Maunya ngomoooong, nyanyiiiii, ngomoooong, nyanyiii lagi.. lompat-lompat sambil nyanyi atau sambil ngomong. Gitu aja terus. Bahkan kalo tidur pun dia tu ngelindurnya kalo ga nyanyi ya cerita. Menarique kan?

Peran berikutnya.. guru nggambar. Ini aku sungguh ngekek. Waktu aku kecil, aku sama sekali ga suka gambar. Di les-in sama ibu aja aku ngambek, akhirnya yang ngerjain tugas les itu ibu. Hahaha.. lha dalah ini si Konyil suka gambar dan suka mewarnai. Pulang sekolah ambil buku gambar atau buku mewarnai. Dia bahkan nangis kemarin ga menang lomba mewarnai. Alhasil, dia sekarang hobi nyuruh simbok nggambar terus dia yang mewarnai. Duh dek… taukah kamu itu sungguh cobaan buat simbokmu yang nggambar rumah aja cuma mainstream bisanya.

Lalu…paling susah peran apa? Peran ibu. Itu yang paling susah. Karena semua peran di atas itu belum semua kutuliskan, dan peran itu semua sepaket.. you as a mom.

Tapi ya ini adalah keputusanku untuk mau handle Konyil sendiri kalo di rumah (maksudku kalo di rumahbya adanya cuma bapak sama simbok Konyil, ga ada embak dan eyang). Walau tidak semua peran bisa kulakukan dengan baik dan sempurna, bahkan masih dengan stok kesabaran yang gampang banget menipis, tapi aku paham bahwa semua peranku yang terbungkus dalam kata ‘mommy’ ini akan menjadi dasar buat Konyil untuk tiap langkahnya nanti..

Sudah siap jadi ibu? Peran apa yang paling asik buatmu?

-Tha-

Poems

S T O P

Do you know how it feels to be unwanted?

Or do you even know the feeling of being invisible?

The moment when you realize that no single word of yours is heard nor count

That moment makes you want to stop. It makes you want to giving up or at least stepping back.

But then you remember a thing, and it slaps you on your face.

It is you who have chosen this path, it is you who have given up everything to be here..

Do you really want to stop fighting?

Have you forgotten what you have sacrificed?

-Tha-