Poems

Senja

.senja.

Senja selalu datang perlahan, tak tergesa. Senja justru kerap membuat orang menjadi tergesa, menyelesaikan segala aktivitas yang sedari pagi sudah direncana.

Senja dan temaram sinarnya pun mampu membuat gundah hati. Kegelisahan akan kesendirian, ketakutan akan kegelapan.

Tapi senja pun berarti harapan.. bahwa hari ini segera berganti, dan mungkin esok kan lebih baik.

-Tha-

Advertisements
Poems

Help…

I recall.. the time when everything seemed easy

A time when there was only me and my ambition

An ambition which has brought me to this path

The path that everyone sees as a success

Then.. I see me now at a crossroad, where I cannot even decide which way I have to take

Which way will be the best

And which way that will make me whole.

O Lord, I need help..

-Tha-

Simple Story

Sejuta peran ibu

Menjadi ibu itu ternyata bukan cuna perkara hamil dan berani sakit saat melahirkan (both vaginal maupun C-section ya).

Menjadi ibu itu juga perkara kesiapan jadi manusia serba bisa karena makhluk yang nantinya kita sebut anak itu membutuhkan kita sebagai tempat bersandar sebagai role model, sebagai kamus atau Google, sebagai teman main, sebagai koki, sebagai sopir, dst dst dst ga ada habisnya.

Tulisan ini kutulis dari pengalaman lucu, wagu, ra mutu, nyebahi dan mengharukan bersama Konyil, anak semata wayangku yang sekarang umurnya baru 4 tahun.

Konyil lahir lewat C-section di HPL-nya tepat karena sudah bukaan 2 beberapa hari dan ga ada kontraksi tambahan, ternyata kepala dia kejedhug tulang panggul karena posisi miring dan ketuban habis. Kisah ini besok kutulis di lain topik aja.

Aku full working mom. Jadi sejak Konyil 3 bulan dia sudah kenal daycare, belum full day dan belum 5 hari full. Semua bertahap pelan-pelan. Nah peran sebagai sopir dimulai ketika dia mulai maauk daycare. .. Tapi yang jelas walau dia di daycare, aku ga mau kemudian meyerahkan semua proses pengenalan motorik dan sensori dia hanya di daycare serta hal-hal instan. Ya ini semata karena ideologiku saja.

Hidupku jadi kaya sirkus ketika Konyil mulai MPASI. Satu, Konyil itu tidak menyusu langsung tapi dari hasil pompa ASI tiap 2 jam. Dua, nyiapin bubur, dan pure buat makan dia juga butuh waktu. Jadi waktu tidurku waktu Konyil belum genap 1 tahun itu.. cuma sekitar 3 jam sehari. Setiap hari.

Begitu dia mulai bisa mengucapkan kata, mulai deh peran sebagai translator dan proofreader berjalan. Bahasa ibu namanya… berarti.. apa yg diucapkan si anak cuma ibunya yang paham. Apapun itu.. bahkan ayahnya kadang mumet sama celoteh si Konyil.

Peran apalagi ya yang semakin bertambah seiring usia anak… hmm… koki. Nah ini, untung ak suka masak. Cuma pusing aja karena Konyil tu sukanya cuma itu-itu aja, mau diganti variasi menu sampai kaya apa..kalau ditanya “mau makan apa nanti?” Jawabannya kalau ga A ya B. Alhasil simbok berkreasi dengan menu yang dia tadinya ga suka, misal daging dan tahu.. jadi sesuatu yang oke di lidah dia. Walau masih banyak bahan pangan yang belum berhasil jadi enak di lidah dia. Contohnya.. tauge!

Terus.. temen main. Nah ini kadang butuh energi. Aseli deh. Gimana enggak.. kalo anakmu itu mintanya maen perang-perangan, polisi-penjahat, pura-pura renang, tapi di dalam permainan itu sama sekali ga ada sesi hening, a.k.a ngemeeeeeeeeeeeeeeeeng terus. Yaps. Konyil itu paling ga bisa diem. Maunya ngomoooong, nyanyiiiii, ngomoooong, nyanyiii lagi.. lompat-lompat sambil nyanyi atau sambil ngomong. Gitu aja terus. Bahkan kalo tidur pun dia tu ngelindurnya kalo ga nyanyi ya cerita. Menarique kan?

Peran berikutnya.. guru nggambar. Ini aku sungguh ngekek. Waktu aku kecil, aku sama sekali ga suka gambar. Di les-in sama ibu aja aku ngambek, akhirnya yang ngerjain tugas les itu ibu. Hahaha.. lha dalah ini si Konyil suka gambar dan suka mewarnai. Pulang sekolah ambil buku gambar atau buku mewarnai. Dia bahkan nangis kemarin ga menang lomba mewarnai. Alhasil, dia sekarang hobi nyuruh simbok nggambar terus dia yang mewarnai. Duh dek… taukah kamu itu sungguh cobaan buat simbokmu yang nggambar rumah aja cuma mainstream bisanya.

Lalu…paling susah peran apa? Peran ibu. Itu yang paling susah. Karena semua peran di atas itu belum semua kutuliskan, dan peran itu semua sepaket.. you as a mom.

Tapi ya ini adalah keputusanku untuk mau handle Konyil sendiri kalo di rumah (maksudku kalo di rumahbya adanya cuma bapak sama simbok Konyil, ga ada embak dan eyang). Walau tidak semua peran bisa kulakukan dengan baik dan sempurna, bahkan masih dengan stok kesabaran yang gampang banget menipis, tapi aku paham bahwa semua peranku yang terbungkus dalam kata ‘mommy’ ini akan menjadi dasar buat Konyil untuk tiap langkahnya nanti..

Sudah siap jadi ibu? Peran apa yang paling asik buatmu?

-Tha-

Poems

S T O P

Do you know how it feels to be unwanted?

Or do you even know the feeling of being invisible?

The moment when you realize that no single word of yours is heard nor count

That moment makes you want to stop. It makes you want to giving up or at least stepping back.

But then you remember a thing, and it slaps you on your face.

It is you who have chosen this path, it is you who have given up everything to be here..

Do you really want to stop fighting?

Have you forgotten what you have sacrificed?

-Tha-

review

[Review] extica matte

Kali ini mau cerita lipstik dari merek yang sebelumnya belum pernah kusentuh. Extica. Merek ini adalah merek lokal Indonesia ya gaes.

Nah, kemarin karena baru cari warna nude dan ditawarin Extica, maka kuberanikan buat coba. Akhirnya milih lipstik no 156, nude berry. Pertama niy, wangi.. enak bgt baunya. Aku pernah nulis tentang lipcream yang wangi punya The Bodyshop. Nah kalo si Extica ini lipstick lho ya bukan lip cream (lihat foto).

Kedua, setelah dipakai..lembut dan ga kering. Kebetulan bibirku itu tipe yang gampang banget kering, jadi beberapa produk untuk bibir, terutama lipcream, emang ku harus ekstra milihnya.

Ketiga, tahan berapa lama? Hmm.. ini yang menurutku kurang well.. karena aku tipe yang ogiaaah touch up jadi agak nyebelin. Kalau kupakai pagi berangkat kerja, siangnya makan (lauknya apa?? Yang masak siapa??) Nah pasti udah tinggal sisa-sisa di bibir. Jadi musti touch up, yang ga kulakukan juga. Hahha.. bagi yang emang suka bawa lipstick kemana-mana ya tinggal pake ulang lagi aja..

Extica nude berry ini kupakai buat dasaran ombre. Kugabung sama lip pen dari A’pieu yang warna merah tua.. bisa dari merek apapun yang kalian suka sih.

Walaupun kurang tahan lama, tapi ga nyesel kok cobain Extica, terutama karena ga kering banget di bibir dan wangi..

-Tha-