Simple Story

Selera Makan Anak Cewek

Post ini ditujukan buat emak-emak yang mungkin merasakan hal yang sama denganku di sini tentang selera makan anaknya yang ternyata mirip banget sama bapaknya. So, tulisan ini bukan hasil riset ya.. mau dibuantah sak kayangnya juga gapapa… tapi ini hasil pengamatanku pada anak perempuanku sejak dia makan nasi ditambah berbagai kenanganku sebagai anak perempuan juga dari bapakku (lha iyah laaah bapake sopo maneh?)

Ada quote tenar “kumengandung anakku 9 bulan, tapi dia lahir mirip bapaknya”. Itu kayanya joss banget buat mendeskripsikan perasaan emak-emak dengan anak perempuan (atau mungkin guweh ajah?). Termasuk salah satunya adalah tentang selera makan ini.

Anakku yang sekarang umurnya 4tahun ini, minat makanannya sangat bapaknya (maap ini topik retjeh, tapi mengusikku jew). Dia sukanya tempe goreng, ayam goreng, ikan goreng, nasi goreng. Padahaaaaaal dari dia pertama kali makan kusudah dengan semangit (saking semangatnya) ngasih dia semua yang mungkin. Ikan ya dikukus, ayam dikecap, tahu, telor rebus, bubur semua deh sebutin. Tapi begitu dia punya ability to state what she wants, bubarlah itu semua.

Bubur kagak mau.. hoek dia. Telor rebus.. geleng kepala. Ikan kukus..nengok aja kagak. Tahu..dia bilang enggak enak. Oh my God. Mamak ini pengen lho dia makan seimbang..

Mau tak mau dia kadang dikondisikan memang harus makan sesuatu yg dia ga terlalu doyan tapi penting buatnya. Salah satunya daging (sesuai saran dokter dia karena ada indikasi medislah pokoknya). Nah, anak ini pun tak suka daging persis bapaknya. Akhirnya selalu disiasati dengan dicampur sama telor puyuh (jenis telor rebus yang dia setidaknya mau). Tapi..tetep aja didampingi…tempe goreng, kalau perlu dia nyuruh bapaknya dulu buat gorengin. Partner in crime banget kan ni berdua.

Seafood juga makanan yang anakku ga mau makan sampe sekarang. Udang, cumi, kerang, kepiting, nothing. Mirip siapa? Betul, bapaknya, yang sama sekali ga doyan. Sudah kukenalkan? Ooh, sudah. Tenang netijen, dia sudah kukenalkan. Tetap tak mau (tapi..kutak menyerah netijen..kukan coba lageee).

Tapi..lalu kuingat masa kecilku dulu. Kenapa dulu ibuku kalo masak harus macem-macem lauk? Ternyata, selera makanku dan kakakku beda. Aku lebih mirip bapakku sementara kakakku (cowok) lebih mirip ibu. I was indeed the partner in crime of my father, yang mau makan segalanya dari seafood sampe tempe, jeroan sampe kikil, daging juga oke, yang kadang itu ga disukai ibu. Jadi, terpaksalah ibu masak beberapa jenis biar semua orang rumah bisa makan dengan kenyang (ga harus tenang..haha).

Berkaca dari hal itu (kaca mana kaca!) Ak tetep berusaha supaya dia mau coba hal lain yang ayahnya ga suka. Please deh, mosok kebiasaanku ga ada yang kuturunkan padanya? Jadi, dia ku’paksa’ coba aneka yoghurt, makan buah-buahan yang ayahnya ga doyan, makan pasta creamy yang ayahnya juga ga suka. So far, it works. Walau sebagian besar seleranya, kesukaannya lebih ke bapaknya. Contoh lain? Anakku lebih suka roti tawar pakai mentega daripada roti manis dengan berbagai isinya, itu juga mirip bapaknya.

But at least, my husband and I have 1 thing in common. We love bakmi (apapun bentuknya dari mie ayam, yamie, mie jowo, mie goreng, mie instan..). Waktu hamil pun ku ngidam mie ayam (chinese food). Ya alhasil, entah gimana.. setelah usia 3 tahun ni anak jadi doyan banget sama mie, sebelumnya ga lho… (menurutku sebagai emaknya ini ajaib)

Ku tak tau cerita emak-emak yang lain, kalau ada yg beda nasib boleh lho cerita di komen. Biar ku bisa paham dunia lain selain dunia bapak dan anak ceweknya inih…

Salam emak,

Tha

Advertisements
Review of here and there

[Review] Focallure blush pallete

Honestly I’m not sure whether I should write this review in English or Bahasa Indonesia, because I know that Focallure is quiet famous in Indonesia, but I don’t know in other countries. However I want this review to be at least useful for those who decide to read it. Well, I guess I had made up my mind and write in English already 😄

Focallure is China’s makeup brand. They can be considered as cheap. I talk about blush and highlighter pallete from Focallure which costs you only IDR 60.000 or around $4 to $5.

This pallete consists of 3 parts, blush, and two highlighters (pinky silver and goldy brown). You cand decide which look you want to have on your occasion.

I chose the shade number 3.

I didn’t choose the shade number 1 because one of the highlighter is way too pinky, which I don’t like. I also avoid the shade nimber 2 becaise the blush color is similar to the goldy brown highlighter, which is too monotone.

Speaking of application, it is really time saving. The blush is highly pigmented so you only need one sweep to apply it and the second sweep is only for make it perfect. Same with the highlighter, apply one sweep on your cheek bones and voila… great effect.

Because I use it on daylight makeup, I didn’t put much blush, and also I chose the pinky silver highlighter. For me it would be too much if I used the goldy brown.

Yes, I recommend this blush pallete because simply I have tried it and I am satisfied with it. It’s your call to try it!

Thank you for reading dears..

-Tha-

Review of here and there

[Review] Emina Cream Blush

Emina is Indonesian cosmetics, which you can call as the sister of two other brands, Wardah and Make Over. Those three brands have their own character, let say Wardah is more to halal cosmetics and suitable for hijabers, and Make Over is suitable for active and professional women. Meanwhile, Emina with all the cute packaging targets the young women, teenagers.

I just tried one product from Emina, the cream blush. I chose peach shade just simply because I don’t like the pink one. Honestly, cream and stick blush aren’t my favourite. I’m a bit worried that I can’t apply it correctly or put it on too much or too little. Well, if you don’t have my problem I believe this product suits you well.

Once you applied the cream blush, like one drop on each cheek, you wouldn’t see the shade immediately though you have blended it. I apply 2-3 drops on each cheek and blend it well until I see the shade that I want. For me, it is an advantage since I’m too worried to use cream blush :).

Emina’s cream blush stays all day, if you use primer or at least foundation and you don’t sweat much (like doing gym with full makeup 🤣). So, from 1-10 I can give 8 for this blush.

-Tha-

Review of here and there

[Review] W&W Spa Jogja

This is the second part of my story visiting a spa with my 3.5 yo daughter. It’s called Woman and Woman Spa, which is located in LPP Garden Hotel Jogja. Their old place was near Tax Office KPP Pratama Sleman Ringroad Utara, they moved to the new location in 2016 if I’m not mistaken.

So, I have been their customer since 2014. I have compare several massage places in Jogja, with or without hair salon. For me, I enjoy WW spa the most. They have many treatments of your choice, starts from traditional massage to the complex spa with chocolate, hot stone, bodywrap, ayurveda, etc. They also provide facial, creambath, body scrub, nails treatment, waxing, miss V treatments, pre-wedding treatments. Soooo complete!

If I have enough time, I usually take the spa treatment, which includes bath for like 2 hours. Their price range for treatments and individual massage is 150 – 430 IDR. You can also choose treatments for couple if you want a romantic gateway, which costs you from 660-990 IDR.

If you are a mommy to be, they also have pregnancy massage. After the baby is arrived, they provide baby massage. I took my daughter to have a massage here when she was 8 months and 10 months old. She liked it.

For toddler, they have some treatments. I tried 40 minutes massage for my daughter. She refused it with drama, but the therapist was sooo patient. Step by step she talked and massage my daughter until she ended up lying on the bed with the batik blanket :). They also have princess treatment for your older daughter, they also have mini creambath and mini manicure. Cute right?

If you’d like more info and pricelist just go to their web https://www.womanandwomanspa.id/

You can easily make an appointment online or contact them via whatsapp.

Hope it helps!

-tha-

Simple Story

Onyil Pijet

Cerita Onyil pijet hari ini mau tak bagi dua. Satu cerita dramanya, satu lagi review tempat pijetnya. Gitu ya biar adil dan makmur. Siapa? (Hemboh).

Onyil itu waktu bayi emang rajin pijet netijen budiman, tapi.. setelah usia dua tahun (entah kenapa) simbok ini males banget ajak dia pijet. Plus bingung cari tempat yang enak buat dia pijet. Soalnya di tempat dia pijet bayi dulu ga biaa buat anak gedhe. Kayanya itu deh alesannya..(ga mutu yo? Hooh.. emang.. wislah blame on me pokoke)

Nah, hari ini kuajaklah dia pijet. Dengan semua deskripsi pijet yang bisa dipahami anak 3.5 tahun. Semangat dong yes anaknya, emaknya juga karena perjanjiannya adalah kami pijet bareng.

Yak berangkatlah kami ke sebuah tempat pijet di daerah Sleman. Sesampainya di sana, muka ceria itu hilang. Langsung ciyutlah si Onyil. Ga mau pijet.. Dua terapis sudah ikut masuk ke ruangan eh.. malah nangis si Onyil.

Emak tak sabar, mulai naik pitch-nya.. hohoho.. sementara si terapis tenang aja di dalem ruangan. Alhirnya si emak duluan pijet, maksudnya biar Onyil liat kalau dipijet itu ga papa dan ga sakit.

Terapis yang emang dijadwal mijet Onyil duduk di bawah Onyil, walo Onyil sesenggukan. Pelan-pelan dia pijet kakinya tanpa harus ganti pake selimut jarik. Lalu Onyil berhenti nangis dan malah turun dari kursi buat liat emaknya yang lagi keenakan dipijet.

Seribu kalimat wis kulontarkan ke Onyil supaya dia mau naik kasur dan dipijet di samping simbok. Kira-kira 5 menit kemudian dia mau naik kasur dan dilepas bajunya untuk ganti jarik.. pelan sekali prosesnya, dan terapisnya donk sabar banget. Teteo dipijet punggungnya Onyil walau dia belum tengkurep.. masih duduk aja maunya. Emaknya sambil sipijet sambil elus-elus tangan Onyil. Lama-lama dia luluh juga dan mau tengkurep… hurraaaayyyyy!!!!

Sampai akhirnya dia mau full pakai jarik, dipijet kaki, tangan, kepala lengkap dan bilang “enak ya mom dipijet besok kita ke sini lagi!” Oh sungguh rasanya pengen kutonyo dia setelah drama nangis-nangis tadi. Sebetulnya asa 2 hal yang buat Onyil akhirnya luluh. Pertama, sabarnya terapisnya. Kedua, iming-iming berendam. Yap..di tempat pijet (a.k.a spa) ini emang ada bath tube buat berendam yang bisa jadi whirlpool gitu. Jadi, Onyil udah membayangkan berendam bubbles (busa kui lhoo busaaa)..

Nah, harus kutepatilah janji itu dengan minta treatment berendam juga karena si Onyil sudah luluh dan (akhirnya hepi) dipijet. Berendam 30 menit lengkap dengan whirl-nya. Busanya buanyaaak banget, Onyil kesenengan dan berulang-ulang bilang “mom, seru banget mandinya.. besok lagi yaaaa”

Yah baiklah, yang penting dia ga takut pijet lagi. Makasih juga buat terapis bernama mbak Asih yang suabar puooool sama Onyil. Besok sama mbak Asih lagi yaaaa..

-tha mak Onyil-

promo

[Promo] home decor

Judul itu harus selalu jadi representasi isi kan ya gaes. Oke, jadi udah keliatan kalau aku mau promo. Belom jualan lho.. baru promo, wkwkw (mbel!)

Foto-foto di bawah adalah hasil kreasi seseorang yang berbakat, yang belum ingin diungkap identitasnya. Karyanya cocok banget untuk hiasan rumah, mau dipajang ditembok atau diletakkan di rak/meja.

Bahannya kayu dan toples kaca, khusus toples kaca ini dilukis ya gaes. Handmade, orisinil idenya. Enggak ambil gambar dari mbah Google. Untuk yang kayu ini decoupage art. Jadi motifnya ga bisa semau guweh karena motif-motifnya udah ready, walaupuuuuun ragamnya sangat banyak. Tetep puyeng kok kalo mau milih.

Karena semua buatnya pakai proses, maka harus po ya.. kecuali yang ku posting ini.. those are ready to buy. Untuk motif lain bisa DM di IG ku aja @tiethabirgitta.

Nah.. berikut foto-fotonya ya.. enjoy! Order jugak! Hehe..

Review of here and there

[ review] Lanocréme skincare

Kali ini saya review skincare andalan hampir 2 tahun ini. Namanya Lanocréme Cream dari Lanocorp. Bisa cek webnya di https://lanocreme.com.au/

Dari namanya katauan ya bahannya adalah lanolin. Hasil baca-baca kiri kanan, lanolin itu natural grease atau semacam lemak/minyak alami dari wool domba.

Kulit saya itu super sensi, kalau ga cocok 1 produk bisa langsung merah dan gatal, ya ga sampai bentol bengkak juga sih.. tapi akan sangat mengganggu kalau coba-coba produk dan ga cocok. Makanya, saya cukup anti dengan skincare dari klinik, yang katanya cukup keras, plus mahal. Kalau ga cocok tongpes juga saya.

Nah, balik ke Lanocréme ini. Jadi, ceritanya kala itu pak Su lagi tugas ke Australia. Saya titip donk kosmetik gitu.. eh.. dibeliin skincare 1 paket dari Lanocorp ini. Isinya waktu itu ada lipbalm, handcream, dan face cream ini. Kata pak Su harga sepaket ini sampe 40an AUD, mahal juga kalu di rupiah-kan. Kikikiki…

Saya memberanikan mencoba ni face cream-nya, yang kata pak Su sudah ditanyakan ke mbak-mbak di sana, akan cocok untuk kulit yang relatif sensitif. Sambil komat kamit biar ga merah-merah, saya coba 1 kali tipis di muka. Yaaaak! Hurraaayyy setelah 15 menit tidak ada reaksi apapun. Berarti cocok ni di kulit saya.

Awal pakai biasa aja sih.. kesan pertama ya hanya sebatas..”oke, this

is a face cream with sun protection, yang di kemasannya ada gambar domba” wkwk.. tapi lama-lama saya sadar.. saya jarang sekali jerawatan dan kulit muka saya jadi kenyal, empuk, lucuk #eh…

Bagusnya lagi… krim ini bisa untuk diaplikasikan di area yang sensitif seperti, bawah mata yang oleh banyak krim lain ga boleh.

Harga di Indonesia lumayan ya sis.. ga mahal banget, tapi juga ga murce banget. Sekitar 130-190 ribu yang kemasan 100gr. Ada yang jual paket isi 6, harga hampir 700ribu. Lebih murah kalau beli rame-rame, atau buat buka olshop sekalian.. haha.. yang pasti, harga di sini lebih mahal bisa sampai 40% dari harga di Australia. Tapi.. masak iya beli tiket PP Aussie 10 jutaan cuma buat beli krim 200 ribu kan yaaaa….

Menurut saya lho ya ini, krim ini bagus.. dan ga bikin ketergantungan apapun. Saya mah orangnya suka males pake krim atau perawatan muka. Jadi kadang pake.. kadang lupa.. kadang sengaja lupa… (ngok). Tapi andai saya beberapa hari ga pakai krim inipun no problemo mi Amo.. baik-baik aja, ga jadi kering juga. Aman terkendali.

Gitu sista.. jadi secara pribadi lho ya ini… saya rekomen krim ini… semoga ada yang cocok juga..

-tha-