Simple Story

Kenapa rambutnya dicat terus?

Pertanyaan di judul tulisan ini sudah kaya makanan sehari-hari. Pertanyaan ini pun tak berhenti di situ, lanjutannya adalah.. catnya merk apa? Di salon apa cat sendiri? Ga takut rusak? Di bleaching ga? Perwatan rambutnya apa? Terus aja ampe taun barunya pindah ke bulan Maret.

Nah, kuceritakan saja di sini ya.. awal mula kenapa sampai sekarang rambutku selalu dicat. Berawal dari ketika kumenyadari warna rambut aseliku. Bukan hitam. Rambutku itu kecoklatan dari sononya. Enggak hitam kaya iklan-iklan shampoo segala merek yang bertebaran di media, yang katanya rambut aseli orang Indonesia. Genks… guweh aseli Indonesia, tulen, 100% wong Jowo.

Waktu kecil, rambutku keliatan kusem banget kalau dibandingkan teman yang lain karena emang rambut sampingku itu cokelat apalagi kalau di bawah sinar matahari. Makin keliatan cokelat.

Tapi berhubung aturan sekolah, sampai SMA ya masih bertahan dengan warna aseli rambutku. Sampai satu saat di SMA, out of nowhere, aku dipanggil donk sama guru BP, di sidang karena rambutku cokelat. Aku sudah membela diriku, ku bilang dengan jujur kalau ini warna rambut aseli. Tapi malah makin dimarahi. Lalu, ak dihukum donk, harus MENGHITAMKAN rambut dan lapor ke guru BP besok paginya sebelum jam pelajaran dimulai. Bayangin, rambut aseli malah disuruh ngecat item. DUH!

Apa daya, kucuma murid yang sudah dimarahi habis. Nurutlah.. cat hitam itu adalah cat rambut pertamaku. Setelah lulus SMA, sepertinya ku cukup trauma dengan urusan warna rambut. Atau mungkin, ku sangat jengkel dengan realita bahwa rambutku yang warnanya ga sesuai iklan shampoo itu dianggap ga aseli.

Semenjak itu, aku seperti ‘tidak suka’ dengan warna aseli rambutku dan malah merasa ga cocok sendiri. Ya, silakan men-judge diriku tidak mensyukuri tubuhku. Ga papa. Ku sadar kalo ga ku cat pun, orang tetep tanya kok rambutku dicat apa? Atau di highlight ya rambutnya? Semata-mata karena warna rambutku tidak hitam seperti iklan shampoo.

So, sejak kuliah sampai sekarang, berarti sudah lebih dari 15 tahun aku selalu cat rambut. Pilihanku biasanya cokelat, untuk menguatkan warna rambut aseliku. Biar kalau ditanya lagi, cat merek apa atau warna apa bisa tak jawab jelas.

Tapi, makin ke sini aku lebih suka warna merah. Ku merasa lebih cocok dan ngasih semangat aja tiap liat rambut. Wkwkw… atau semacam liat vokalisnya Paramore gitu (pede). Dengan warna merah ini aku juga gampang jawab semua pertanyaan dari orang sekitar, ga ribet, ga usah jelasin warna aseli rambut de el el.

Aku tetep cinta rambutku kok walau kucat terus. Aku hanya ga cocok dengan warna aselinya yang membuatku sering berada di posisi ditanyain orang mulu. Lelah genks..

Rambutku tetep kurawat sendiri dengan vitamin dan shampoo yang cocok. Enggak mahal juga karena ku hampir ga pernah cat rambut di salon. Selama 15 tahun ngecat rambut, cuma sekitar 3 kali kulakukan di salon. Sisanya.. cat sendiri lah… gampang kok.. asal ga highlight ya.. susah kalo itu!

Gitu ya gaes ceritanya soal warna rambutku. Kalau ketemu aku di jalan, ga usah tanya lagi kenapa kok rambutku dicat. Cukup tanya merek yang kupakai sekarang apa. Gitu yak..

See you in my next post!

.Tha.

Advertisements